FKM UNMUL Terima Kunjungan Balai K3 Samarinda dalam Kegiatan Edukasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
- 201810199712191022
- 2026-05-22
Samarinda, 18 Mei 2026
Balai Keselamatan dan Kesehatan Kerja Samarinda melaksanakan kegiatan Balai K3 Goes to Campus di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Mulawarman. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan pemahaman dan penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja di lingkungan kampus, khususnya bagi mahasiswa yang memiliki minat akademik dan profesional pada bidang K3 dan kesehatan lingkungan.
Kegiatan tersebut diikuti oleh mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Mulawarman dari peminatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta peminatan Kesehatan Lingkungan. Kehadiran peserta dari dua peminatan tersebut menjadi penting karena keduanya memiliki keterkaitan erat dengan isu perlindungan tenaga kerja, pengendalian risiko lingkungan kerja, serta upaya menciptakan tempat kerja yang aman, sehat, nyaman, dan produktif.
Program Balai K3 Goes to Campus dilaksanakan sebagai ruang edukasi, pengenalan, dan praktik langsung mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh penguatan wawasan konseptual, tetapi juga mendapatkan pengalaman awal terkait metode dan penggunaan alat pengukuran K3 lingkungan kerja. Pengenalan tersebut diharapkan dapat membantu mahasiswa memahami bagaimana proses identifikasi bahaya, penilaian risiko, serta pengendalian faktor lingkungan kerja dilakukan secara lebih terukur dan sistematis.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini menekankan pentingnya penerapan K3 sebagai budaya kerja yang harus dibangun sejak masa pendidikan. Mahasiswa sebagai calon tenaga profesional perlu memiliki pemahaman yang kuat tentang risiko di tempat kerja, baik risiko fisik, kimia, biologis, ergonomi, maupun psikososial. Pemahaman tersebut menjadi bekal penting agar lulusan kesehatan masyarakat mampu berkontribusi dalam pencegahan kecelakaan kerja, penyakit akibat kerja, serta peningkatan kualitas lingkungan kerja di berbagai sektor.
Melalui kegiatan ini, Balai K3 Samarinda juga memperkenalkan peran strategis lembaga pemerintah dalam mendukung pembinaan, pengujian, pelayanan teknis, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang K3. Peran tersebut penting untuk menjembatani kebutuhan dunia pendidikan dengan kebutuhan praktik di lapangan. Kampus tidak hanya menjadi ruang pembelajaran teori, tetapi juga menjadi tempat untuk membangun kesiapan mahasiswa menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin kompleks.
Kegiatan Balai K3 Goes to Campus di FKM UNMUL juga menjadi wujud kolaborasi antara instansi pemerintah dan perguruan tinggi. Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat literasi K3 di kalangan mahasiswa, sekaligus membuka ruang yang lebih luas bagi pengembangan kompetensi, penelitian, dan pengabdian masyarakat di bidang keselamatan kerja dan kesehatan lingkungan.
Peserta kegiatan mendapatkan kesempatan untuk memahami secara lebih dekat praktik pengukuran lingkungan kerja. Pengenalan alat ukur menjadi salah satu bagian penting dalam kegiatan ini karena pengukuran faktor bahaya di lingkungan kerja membutuhkan keterampilan teknis, ketelitian, serta pemahaman terhadap standar dan prosedur yang berlaku. Dengan adanya praktik langsung, mahasiswa diharapkan mampu menghubungkan materi akademik yang dipelajari di kelas dengan kebutuhan teknis di lapangan.
Selain itu, kegiatan ini juga memberikan gambaran kepada mahasiswa bahwa penerapan K3 tidak hanya menjadi tanggung jawab perusahaan atau tenaga kerja tertentu. K3 merupakan tanggung jawab bersama yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, pekerja, dan masyarakat. Oleh karena itu, penguatan pemahaman K3 sejak tingkat perguruan tinggi menjadi langkah penting dalam membentuk generasi profesional yang sadar risiko dan memiliki komitmen terhadap keselamatan.