Press Release Workshop International FKM Unmul

FKM Universitas Mulawarman Gelar Workshop Internasional, Bahas Strategi Komunikasi Kesehatan Berbasis Partisipasi Masyarakat Bersama Pakar Adelaide University

SAMARINDA – Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Mulawarman sukses menyelenggarakan Workshop Internasional bertajuk "Public Health Communication Using a Participatory Action Model" pada Rabu, 15 Juli 2026. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Teater FKM Universitas Mulawarman ini dihadiri oleh seluruh dosen di lingkungan FKM Unmul dengan antusiasme tinggi.

Workshop berskala internasional ini menghadirkan Dr. Scott Hanson-Easey, seorang psikolog sosial sekaligus Program Director for Postgraduate Programs in Public Health dari Adelaide University, Australia, sebagai pembicara utama. Jalannya acara dipandu secara interaktif oleh Riza Hayati Ifroh, S.K.M., M.K.M., PhD, dosen FKM Universitas Mulawarman yang bertindak sebagai moderator.

Mengusung jargon "Empowering Communities, Improving Public Health", workshop ini bertujuan untuk merombak cara pandang tradisional dalam penyusunan kampanye komunikasi kesehatan. Dalam pemaparannya, Dr. Scott Hanson-Easey menyoroti kelemahan model komunikasi konvensional linier (Sender-Message-Channel-Receiver) yang bersifat top-down atau satu arah. Pendekatan lama tersebut dinilai sering gagal karena hanya memperlakukan masyarakat sebagai objek pasif penerima informasi, tanpa memahami konteks sosial budaya setempat.

Sebagai solusinya, Dr. Scott memperkenalkan pendekatan Participatory Action Research (PAR). Melalui metode PAR, lembaga kesehatan dan masyarakat duduk bersama secara kolaboratif untuk merefleksikan masalah, membangun kepercayaan (trust), serta merancang strategi komunikasi yang memiliki keselarasan pesan (message congruence) secara budaya. Pendekatan ini mendorong masyarakat naik ke tingkat kemitraan (partnership) dan kepemilikan penuh (citizen power) atas program kesehatan mereka sendiri.

Tidak hanya mendengarkan materi, para dosen FKM Unmul juga dilibatkan secara aktif dalam sesi Group Design Challenge. Mereka ditantang untuk merancang ulang strategi komunikasi kesehatan yang adaptif untuk berbagai isu krusial yang terjadi di Kalimantan Timur, di antaranya:

  • Stunting pada anak
  • Tuberkulosis (TB)
  • Obesitas dan hipertensi
  • Demam berdarah (Dengue fever)
  • Pencemaran sungai dan kualitas air
  • Perubahan iklim dan panas ekstrem
  • Kesehatan kerja, serta isu rokok/vape pada remaja.

Melalui workshop ini, FKM Universitas Mulawarman berkomitmen untuk terus memperbarui kompetensi akademisnya agar dapat melahirkan riset, inovasi pengajaran, serta program pengabdian masyarakat yang berdampak nyata bagi pemberdayaan kesehatan publik, khususnya di wilayah Kalimantan Timur.

Informasi lebih lanjut mengenai agenda dan kegiatan FKM Universitas Mulawarman dapat diakses melalui laman resmi www.fkm.unmul.ac.id atau akun media sosial Instagram @fkm.unmul.

FKM Universitas Mulawarman Gelar Workshop Internasional, Bahas Strategi Komunikasi Kesehatan Berbasis Partisipasi Masyarakat Bersama Pakar Adelaide University

SAMARINDA – Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Mulawarman sukses menyelenggarakan Workshop Internasional bertajuk "Public Health Communication Using a Participatory Action Model" pada Rabu, 15 Juli 2026. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Teater FKM Universitas Mulawarman ini dihadiri oleh seluruh dosen di lingkungan FKM Unmul dengan antusiasme tinggi.

Workshop berskala internasional ini menghadirkan Dr. Scott Hanson-Easey, seorang psikolog sosial sekaligus Program Director for Postgraduate Programs in Public Health dari Adelaide University, Australia, sebagai pembicara utama. Jalannya acara dipandu secara interaktif oleh Riza Hayati Ifroh, S.K.M., M.K.M., PhD, dosen FKM Universitas Mulawarman yang bertindak sebagai moderator.

Mengusung jargon "Empowering Communities, Improving Public Health", workshop ini bertujuan untuk merombak cara pandang tradisional dalam penyusunan kampanye komunikasi kesehatan. Dalam pemaparannya, Dr. Scott Hanson-Easey menyoroti kelemahan model komunikasi konvensional linier (Sender-Message-Channel-Receiver) yang bersifat top-down atau satu arah. Pendekatan lama tersebut dinilai sering gagal karena hanya memperlakukan masyarakat sebagai objek pasif penerima informasi, tanpa memahami konteks sosial budaya setempat.

Sebagai solusinya, Dr. Scott memperkenalkan pendekatan Participatory Action Research (PAR). Melalui metode PAR, lembaga kesehatan dan masyarakat duduk bersama secara kolaboratif untuk merefleksikan masalah, membangun kepercayaan (trust), serta merancang strategi komunikasi yang memiliki keselarasan pesan (message congruence) secara budaya. Pendekatan ini mendorong masyarakat naik ke tingkat kemitraan (partnership) dan kepemilikan penuh (citizen power) atas program kesehatan mereka sendiri.

Tidak hanya mendengarkan materi, para dosen FKM Unmul juga dilibatkan secara aktif dalam sesi Group Design Challenge. Mereka ditantang untuk merancang ulang strategi komunikasi kesehatan yang adaptif untuk berbagai isu krusial yang terjadi di Kalimantan Timur, di antaranya:

  • Stunting pada anak
  • Tuberkulosis (TB)
  • Obesitas dan hipertensi
  • Demam berdarah (Dengue fever)
  • Pencemaran sungai dan kualitas air
  • Perubahan iklim dan panas ekstrem
  • Kesehatan kerja, serta isu rokok/vape pada remaja.

Melalui workshop ini, FKM Universitas Mulawarman berkomitmen untuk terus memperbarui kompetensi akademisnya agar dapat melahirkan riset, inovasi pengajaran, serta program pengabdian masyarakat yang berdampak nyata bagi pemberdayaan kesehatan publik, khususnya di wilayah Kalimantan Timur.

Informasi lebih lanjut mengenai agenda dan kegiatan FKM Universitas Mulawarman dapat diakses melalui laman resmi www.fkm.unmul.ac.id atau akun media sosial Instagram @fkm.unmul.