Universitas Mulawarman

Kegiatan

YUDISIUM JUNI 2015

May, 21 2015 10:43:26

YUDISIUM DESEMBER 2012

March, 15 2013 09:51:31

PIMNAS UNHAS-Makassar

March, 13 2013 12:54:06

KULIAH UMUM

March, 12 2013 18:45:11

YUDISIUM MARET 2013

February, 27 2013 12:44:46

KULIAH TAMU Perubahan Iklim dan Penyakit berbasis Lingkungan

December, 08 2012 15:27:00

Index »

PERILAKU BERISIKO KEJADIAN PENYAKIT MENULAR SEKSUAL (PMS) STUDI KASUS PADA KAUM GAY DI KOTA SAMARIND

oleh Juni Iskandar | 2015-07-22 15:22:01

PERILAKU BERISIKO KEJADIAN PENYAKIT MENULAR SEKSUAL (PMS) STUDI KASUS PADA KAUM GAY DI KOTA SAMARINDA

BEHAVIOR WITH SEXUAL TRANSMITTED DISEASES RISK ( TDR) CASE STUDY ON GAY COMMUNITY IN SAMARINDA CITY


Juni Iskandar1) Siswantoand Irfansyah Baharuddin Pakki

Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Mulawarman

Jl. Sambaliung Unmul Telp. 0541 703134 - 7925387 Samarinda 75119

E-mail : Jhunie_iskandar@yahoo.co.id

 

ABSTRAK

Permasalahan Penyakit Menular Seksual (PMS) berpeluang untuk terjadi kepada semua jenis kelamin, baik laki-laki maupun perempuan yang memiliki perilaku seks berisiko. Denganmeningkatnyapolahidupmenyimpang yangbiasadisebutdengan perilaku seks beresiko tersebut, ternyata Penyakit Menular Seksual tidak hanya terbatas pada kelompok heteroseksual,tetapijugapadakelompok homoseksual. Pada tahun 2010 sifilis pada gay di Indonesia meningkat prevalensinya dari 4% menjadi 13% (STBP,2010). Penelitian bertujuan untuk memperoleh informasi Perilaku Berisiko Kejadian Penyakit Menular Seksual (PMS) Studi Kasus Pada Kaum Gay di Kota Samarinda.Jumlah informan adalah tujuh orang. Adapun jenis penelitian yang digunakan dengan metode peneltian kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian fenomenologi. Teknik pengambilan data dengancara wawancara mendalam dengan panduan wawancara dan dokumentasi penelitian.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sebagian Informan gay selain lebih sering berhubungan seks dengan pacar sendiri, mereka juga terkadang dengan teman lama atau baru dikenal untuk melampiaskan hasratnya , sebagian besar tidak menggunakan kondom dengan alasan tidak terasa dan tidak nikmat, sebagian besar intensitas berinteraksi lebih sering ke teman sesama gay dengan alasan mereka lebih terbuka, kemudian seluruh informan menyatakan memiliki niat untuk berubah dengan alasan ingin berkeluarga dan memiliki keturunan serta memperbaiki diri dari perilaku menyimpang.Kesimpulannya adalah pengetahuan, budaya, interpersonal dan juga konsep diri yang kurang, berisiko untuk terkena Penyakit Menular Seksual bagi kaum gay. Disarankan sebaiknya Pemerintah seperti Dinas kesehatan, LSM dan stakeholder yang konsen dibidang kesehatan untuk terus menyebarluaskan informasi dan edukasi kepada kaum gay dengan metode personal approach, cultural approach dan family approach yang bersifat fleksibel, sebaiknya kaum gay memperhatikan masalah personal hygiene pada saat sebelum dan sesudah berhubungan seks serta sebaiknya budaya sehat pada kaum gay (tidak beganti-ganti pasangan dan menggunakan kondom pada saat berhubungan seks) dapat dilakukan untuk mencegah penyakit menular seksual.

Kata kunci : Perilaku berisiko, penyaki menular seksual, kaum gay

 

 

 

ABSTRACT

The problem of sexual transmitted diseases (PMS) can be occurred in any gender, even male or female that has behavior with sexual transmitted diseases. The increasing of the bad habit’s life style that often we called as behavior with sexualtransmitted diseases above, the fact shows that it is not only happen in heterosexual oriented,but also in homosexual oriented. In 2010, sifilis on gay in Indonesia increases its precentage from 4% to 13% (STBP,2010). This study aims to get information Behavior of Sexual Transmitted Disease Risk (TDR) Case study on Gay Community in Samarinda City.Total sample is 7 people. Research design that is used in this study is Qualitative Descriptive with kind of phenomenology research. The instrument in this study is deep interview with interview’s pilot and its documentation.The result of this study shows that half of the samples beside doing the sexual activity with their own partner, sometimes they do that with their old friend or random person that even they don’t know only for release their desire of sex, almost of the sample doesn’t use condom because they feel not satisfied and climax, the intensity of this sexual activity often they do in among gay because gay is more open minded, then all of the sample say that they want to change this sexual orientation because in the future they want to have a family and children also to fix this abnormal sexual orientation.The conclusion is knowledge of interpersonal custom and also lack of self-concept, has risk to be infected for gay. It is suggested for government like Health Department, Non-Government Organization and stakeholder that concern in health to always spread the information and education to gay community with personal approach, cultural approach and family approach which is flexible, also for gay it is suggested to always concern in hygiene before and after doing sexual activity also not doing the bad habit (changing sex partner and having sex without condom), it can be done to prevent sexual transmitted diseases.

Keywords : Behavior with Risk, Sexual Transmitted Diseases, Gay Community.

Copyright © 2012 fkm.unmul.ac.id | Supported by Mulawarman Informatics