Universitas Mulawarman

Kegiatan

YUDISIUM JUNI 2015

May, 21 2015 10:43:26

YUDISIUM DESEMBER 2012

March, 15 2013 09:51:31

PIMNAS UNHAS-Makassar

March, 13 2013 12:54:06

KULIAH UMUM

March, 12 2013 18:45:11

YUDISIUM MARET 2013

February, 27 2013 12:44:46

KULIAH TAMU Perubahan Iklim dan Penyakit berbasis Lingkungan

December, 08 2012 15:27:00

Index »

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN MSDs PADA PEKERJA BATU BATA DI KELURAHAN KARANG TUNGGAL

oleh Nanik Hariyanti | 2013-12-11 10:03:24

Faktor-Faktor Yang Berhubungan dengan Musculoskletal Disorders (MSDs) Pada Pekerja Batu Bata di Daerah Kelurahan Karang Tunggal
Kecamatan Tenggarong Seberang

Factors Associated With Musculoskletal Disorders (MSDs) On Bricks Workers In Sub Sole Sub Tenggarong Seberang Coral


Nanik Hariyanti 1), Iwan M Ramdan and Muh.Sultan
Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Mulawarman
Jl. Sambaliung FKM Unmul Telp. 0541 703134 Samarinda 75119
E-mail : Nanik_hariyanti@rocketmail.com


ABSTRAK

   Musculoskeletal Disorders (MSDs) atau gangguan otot rangka merupakan kerusakan pada otot, saraf, tendon, ligament, persendian, kartilago, dan discus invertebralis. MSDs masih merupakan masalah kesehatan kerja yang perlu diperhatikan. Gangguan kesehatan akibat kerja yang ditemukan pada pengrajin batu bata adalah gangguan dermatitis 17,2%, gangguan pada abdomen berupa nyeri tekan epigastrum 45,5%, gangguan otot sendi 74,7%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keluhan muskuloskeletal pada Pekerja Batu Bata dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Variabel penelitian terdiri dari variabel dependen yakni muskuloskeletal disorders dan variabel independen yakni postur kerja, beban kerja, dan kebiasaan olahraga. Penelitian ini termasuk pada Penelitian Observasional dengan rancangan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pekerja Batu Bata yang berada di Kelurahan Karang Tunggal Kecamatan Tenggarong Seberang. Besar sampel berjumlah 80 responden. Teknik analisis data penelitian dilakukan dengan 2 tahap yaitu analisis univariat dan analisis bivariat. Ada hubungan antara postur kerja (P-value 0,013), dengan keluhan MSDs, beban kerja (P-value 0,011),dan kebiasaan olahraga (P-value 0,019). Disarankan Sebaiknya postur kerja pada pekerja batu bata diperhatikan tingkat ergonominya sehingga dapat meminimalisir keluhan MSDs. Sebaiknya pekerja batu bata melakukan pekerjaan sesuai dengan kemampuan dan kapasitas kerja. Untuk pekerja laki-laki lebih pada proses pencangkulan pengadonan dan penjemuran, untuk perempuan lebih ke pencetakan dan pembakaran, serta menghimbau pekerja untuk melakukan istirahat dan melakukan stretching saat bekerja, dan menghimbau seluruh pekerjanya untuk melaksanakan kegiatan olahraga.

Kata Kunci : Postur Kerja, Beban Kerja, Kebiasaan Olahraga, dan Muskuloskeletal
    Disorders

Download File
Copyright © 2012 fkm.unmul.ac.id | Supported by Mulawarman Informatics